Mengenang Peristiwa Tsunami Aceh Yang Memilukan

Tempat wisata di Aceh yang pertama adalah Museum Tsunami yang menjadi tempat untuk mengenang peristiwa yang memilukan pada 2004 silam. Ratusan ribu orang tewas dan hilang, rumah porak-poranda, bangunan sekolah dan fasilitas umum rusak. Betapa peristiwa ini sangat memilukan bukan hanya bagi Indonesia, tapi bagi muslim sedunia. Jika ingin mengunjungi tempat ini, berikut adalah beberapa ruangan yang akan dilalui ketika berada di Museum Tsunami Aceh.

1. Lorong tsunami
Fasilitas pertama yang bisa anda lihat adalah lorong tsunami dimana di lorong tersebut anda bisa mendengar suara gemuruh air dan kucuran air yang mengingatkan tentang datangnya tsunami kala itu. Cahaya di lorong museum tsunami remang dan juga gelap, lorong itu juga sembab. Lorong itu disebut dengan space of fear yang menggambarkan ketakutan dari masyarakat Aceh ketika tsunami datang.

2. Ruang kenangan
Ruangan yang kedua adalah ruangan kenangan yang penuh dengan memori, disini ada 26 monitor yang menjadi lambang bahwa kejadian tsunami itu terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Setiap monitor akan menampilkan foto dan gambar orang yang menjadi korban dari tsunami. Tampilan dan gambar tersebut akan disajikan di dalam monitor dalam bentuk slide.

3. Sumur doa
Anda juga bisa melihat sumur doa yang memiliki bentuk silinder dan cahayanya remang. Tinggi dari ruangan itu 30 meter dan ada 2 ribu lebih nama yang menjadi korban dari bencana tsunami. Nama itu tertulis dan tertera dalam setiap dinding sumur doa tersebut. Filosofi dari ruang ini adalah kuburan masal yang ada setelah tsunami. Pengunjung yang masuk ke ruangan ini dianjurkan untuk berdoa sesuai dengan agama yang dianutnya.

4. Lorong cerobong
Setelah melihat-lihat sumur doa, kita bisa melihat lorong cerobong yang didesain dengan lantai yang berkelok-kelok dan lantai yang tidak rata. Arti dari desain ini adalah menggambarkan ketakutan, kebingungan dan keputus asaan yang dialami oleh masyarakat melanda. Masyarakat banyak yang Aceh setelah tsunami bingung dengan arah yang akan diambilnya, kebingungan ketika mencari beberapa sanak saudara yang hilang, kebingungan karena kehilangan berbagai macam harta benda yang dimilikinya. Ruangan ini juga didominasi oleh lorong gelap yang nantinya akan membawa pengunjung menuju ke cahaya alami yang memiliki filosofi berupa harapan dalam kehidupannya.

5. Jembatan harapan
Nah, setelah melewati semua itu, ada sebuah ruangan yang dinamai jembatan harapan. Disini anda bisa melihat tegaknya 54 bendera dari 54 negara yang ikut bersosialisasi dalam membantu masyarakat Aceh yang terkena tsunami. Di beberapa bendera yang ada di sana bertuliskan dengan kata "Damai" dimana ditulis berdasarkan dengan bahasa negara masing-masing. Kata damai itu merupakan refleksi dari perdamaian dari Aceh dari berbagai macam peperangan dan konflik yang terjadi sebelum tsunami menerjang. Adanya bencana gempa dan juga tsunami yang terjadi di Aceh dunia bisa melihat secara langsung bagaimana kondisi Aceh saat itu dan negara itu membantu mewujudkan perdamaian yang ada di Aceh. Mereka juga turut serta dalam membangun kembali kota Aceh setelah bencana tsunami terjadi.